Pada saat ini masyarakat sedang semam batu akik. Fenomena demam batu akik ini merupakan gejala sosial yang ada di masyarakat. Dimana sebelumnya masyarakat banyak yang tergila-gila pada burung. Sebelumnya kontes burung marak dimana-mana, sekarang mulai beralih ke batu akik.
Yang terpenting jangan sampai merusak akidah, yakni jangan sampai memercayai sebuah batu bisa mengubah nasib atau mendatangkan sesuatu, artinya jangan mengkultuskan batu akik.
Agama tidak melarang masyarakat menggunakan batu akik, tetapi harus dimaknai sebatas perhiasan tangan, bukan berharap kekuatan tertentu saat menggunakan batu tersebut. "Hanya sebatas cincin untuk perhiasan tangan, tidak lebih,".
Lebih baik lagi, kata dia, batu akik harus dipahami sebagai potensi alam, ekonomi, dan budaya bangsa Indonesia yang bisa dikembangkan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat.
Komentar ini muncul sebab, bagi sebagian masyarakat, batu akik dengan corak dan ragam tertentu diyakini memiliki kekuatan tertentu, seperti mendatangkan rezeki, memperkuat kharisma, serta untuk keperluan-keperluan tertentu pemakainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar