Senin, 16 Maret 2015

Fakta ISIS dan Upaya Pencegahan Radikalisme



1.      Fakta Hilangnya 16 Warga Negara Indonesia di Turki Menggegerkan banyak kalangan sepanjang pekan lalu. Apalagi ketika muncul dugaan mereka hendak bergabung dengan ISIS. Tidak hanya kedutaan Besar Indonesia di Turki. Bahkan, Kementrian Luar Negeri dan Kementrian Agama Sampai Turun tangan dalam mendalami kasusnya.
2.      Kasus 16 WNI menjai sangat luar biasa, sebabmereka kesana bukan untuk bekerja, melainkan untuk bergabung dengan dengan kelompok yang dicap sebagai teroris. Densus 88 dan Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jakarta mengamankan enam warga Makasar yang Bandara Soekarno Hatta yang diduga akan hendak ke Timur Tengah bergabung dengan ISIS. Akhir tahun lalu, CNN memberitakan 12 WNI di Banda Udara Kuala Lumpur yang akan menuju ke Suriah atas dugaan hendak bergabung dengan ISIS.
3.      Paham Radikal dan Teror mereka menyusup ke tanah air melalui berbagai media. ISIS juga terindikasi mempengaruhi para pelajar Indonesia di luar negeri.
4.      Kita perlu kerjasam dengan BNPT, BIN, Polri, TNI, Perguruan Tinggi, Pondok Pesantren, Lembaga Swadaya Masyarakat, Organisasi Kemasyarakatan termasuk media massa, melawan aksi terorisme dan radikalisasi.[1]


[1] Sumber : Tajuk Rencana Pikiran Rakyat, edisi Senin, 16 Maret 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar